Buku ataupun memorabilia mengenai kehidupan mendiang 'sang Fuhrer' itu telah menemukan pangsa pasar sendiri dalam kelompok masyarakat India, terutama di kalangan generasi muda.
Sulit untuk menentukan apa yang membuat Hitler populer di India. Namun, fakta menunjukkan, buku, T-shirt, tas, bandana, gantungan kunci dengan foto atau nama Hitler laku keras di India. Sebuah toko bernama Teens di Pune dalam satu bulan mampu menjual hampir 100 kaos bergambar Hitler.
Bahkan Bollywood sedang berencana untuk ikut mencecap keuntungan dengan merilis film tentang Hitler. Film berjudul "Dear Friend Hitler" menurut rencana akan dirilis pada akhir tahun ini. Kisah utama film mengenai hubungan Hitler dengan kekasihnya, Eva Braun.
Namun, buku autobiografi Hitler, Mein Kampf, adalah "produk Hitler" yang paling laku.
Jaico, penerbit dan distributor terbesar untuk buku Mein Kampf di India, sudah menjual lebih dari 100 ribu jilid buku itu dalam kurun sepuluh tahun.
Sedangkan Crossword, jaringan toko buku terkemuka India, sudah menjual lebih dari 25 ribu kopi sejak tahun 2000. "Penjualan buku itu sangat konsisten dan permintaan makin meningkat," kata kepala marketing Crossword, Sivaram Balakrishnan, kepada BBC.
RH Sharma dari Jaico juga mengungkapkan bahwa penjualan Mein Kampf naik 10 hingga 15 persen dengan stabil.
Dua tahun lalu, toko buku yang tidak terlalu terkenal di Mumbai (Bombay) mampu menjual 40 hingga 50 kopi Mein Kampf per tahun. Sekarang, mungkin mereka menjual ratusan kopi per tahun. Di area yang lebih ramai, buku terjual makin banyak. Misalnya outlet Crossword di distrik Bandra, Mumbai. Dalam sehari mereka bisa menjual rata-rata tiga jilid buku. Setidaknya tujuh penerbit bersaing dengan Jaico.
Generasi muda India sebagai konsumen utama Mein Kampf mengaku mengidolakan Hitler meski menganggap Holocaust merupakan peristiwa kelam.
"Dia mempesona negara ini dengan kepemimpinan dan tangan besinya. India butuh kedisiplinan seperti itu," kata Prayag Thakkar, mahasiswa di Gujarat yang telah mengidolakan Hitler sejak dia mempelajari sejarah.
Pengagum lain, Dimple Kumari, belum membaca Mein Kampf, tetapi dia bersedia mengenakan kaos bergambar Hitler. Kumari menyebut Hitler sebagai sebuah legenda. "Pembantaian orang Yahudi itu tidak benar, tetapi tiap orang punya penilaian negatif dan positif."
Sedangkan Shilpi Guha tidak bisa menyelesaikan membaca buku tebal itu karena tidak ingin mendapat pikiran negatif tentang idolanya.
Mengapa Hitler jadi idola di India? Seorang akademisi menjelaskan fenomena tersebut dengan singkat dan jelas. "Generasi muda mencari sosok pahlawan, patriot, dan Hitler melakukan tindakan patriotisme."
"Dia dipandang sebagai seseorang yang bisa menyelesaikan masalah. Kaum muda di India kini sedang menghadapi banyak masalah," kata Kulkarni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar