| Timnas Bahrain dengan Alaa Hubail (no.30) (CNN) |
Namun, di Bahrain pesepakbola yang terlibat demonstrasi menggulingkan Pemerintah yang sah malah harus masuk bui.
Adalah Alaa Hubail, salah satu striker andalan Bahrain yang pernah menjadi pahlawan negaranya ketika lolos ke Piala Asia 2004, yang dipenjarakan oleh pihak berwenang. Dia ditangkap bersama saudara kandungnya, Mohamed, dan sesama rekan di timnas Bahrain, Sayed Mohamed Adnan. Pemain yang disebut terakhir pernah dinominasikan sebagai Pemain Terbaik Asia 2009.
Ketiganya ditangkap setelah terlibat unjuk rasa yang berujung kerusuhan. Mereka juga dipastikan dipecat dari klub masing-masing dan dilarang bermain kembali di timnas. Seperti dilansir CNN, Senin 6 Juni 2011, mereka merupakan bagian dari 150 pelaku olahraga yang ditangkap Pemerintah setempat setelah terlibat aksi unjuk rasa.
"Kekerasan dan penyiksaan banyak terjadi. Kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan di sini (Bahrain)," ujar Presiden Pusat Hak Azasi Manusia Bahrain, Nabeel Rajab.
"Banyak pihak, banyak orang yang sudah diincar. Pesepakbola, pemain basket, pemain bola tangan, guru, dan pekerja serikat." tambahnya.
Meski demikian, Federasi Automobil Internasional (FIA) tetap mengizinkan balap Formula 1 digelar di Bahrain. Hal ini sangat disesalkan oleh Rajab karena kebijakan yang sangat bertentangan; masih ada atlet yang dipenjara namun pagelaran olahraga internasional masih diperbolehkan.
"Bagaimana perasaan para atlet ini ketika tahu F1 akan digelar di sini? Banyak di antara mereka yang masih menunggu di pengadilan militer," keluh Rajab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar